Kabel kontrol dicirikan oleh ketahanan terhadap kelembapan, ketahanan terhadap korosi, dan ketahanan terhadap kerusakan, dan dapat dipasang di terowongan atau parit kabel. Kabel daya digunakan pada saluran listrik utama untuk mengirimkan dan mendistribusikan-energi listrik berdaya tinggi, sedangkan kabel kontrol secara langsung mengirimkan energi listrik dari titik distribusi ke jalur pasokan listrik berbagai peralatan dan peralatan listrik. Tegangan pengenal kabel daya umumnya 0,6/1kV ke atas, sedangkan kabel kontrol sebagian besar 450/750V. Selama produksi, kabel daya memiliki insulasi dan selubung yang lebih tebal dibandingkan kabel kontrol dengan spesifikasi yang sama.
Kabel kontrol termasuk dalam kabel peralatan listrik, dan bersama dengan kabel daya, kabel tersebut adalah dua dari lima kategori kabel utama.
Standar untuk kabel kontrol adalah GB 9330, sedangkan standar untuk kabel power adalah GB 12706.
Inti insulasi kabel kontrol umumnya berwarna hitam dengan tulisan putih, sedangkan-kabel daya bertegangan rendah biasanya diberi kode-warna.
Luas-penampang kabel kontrol umumnya tidak melebihi 10 milimeter persegi, sedangkan kabel daya, terutama untuk transmisi listrik, umumnya memiliki penampang-yang lebih besar.
Karena alasan yang disebutkan di atas, kabel daya umumnya memiliki penampang{0}}yang lebih besar, hingga 500 milimeter persegi (kisaran yang dapat diproduksi oleh produsen konvensional). Terdapat relatif lebih sedikit produsen yang dapat memproduksi-penampang melintang yang lebih besar dari itu. Sebaliknya, kabel kontrol umumnya memiliki penampang-yang lebih kecil, dengan luas maksimum tidak lebih dari 10 milimeter persegi.